|

Sejarah Chemigard Chemigard berawal dari sulitnya mendapatkan pestisida di Indonesia yang baik, efektif, ekonomis dan aman untuk lingkungan serta tidak bisa dilupakan bahwa Indonesia adalah kawasan yang terletak di Khatulistiwa sehingga sinar matahari dan curah hujan tinggi sekali. Spot dan curah hujan, merupakan faktor yang akan sangat mempengaruhi efektifitas dari pestisida. Berawal dari kondisi tersebut diatas tenaga ahli di Chemigard bekerja sama dengan beberapa lembaga penelitian antara lain: Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor serta beberapa laboratorium penelitian (Hama Tanaman, Hama Lingkungan, Penyakit menular akibat dari hama) mencoba mengembangkan pestisida yang cocok dengan alam Indonesia dan habitat dari hama pertanian maupun lingkungan yang akan dikendalikan. Untuk itu kami dibantu oleh beberapa Formulator yang sangat terkenal didunia antara lain: RHODIA, Yokar Chemical Ltd, Shanghai Kima Chemical Ltd, dll. Maka dengan motto “WE REALIZE YOUR DREAM, GET MORE PROFIT AND GAIN” kami hadir untuk mendukung para pengusaha Pest Control, pengusaha Cleaning Service, pengusaha Perkebunan dan para Petani. |
|
|
Serangga-serangga Yang Insting Membunuhnya Kuat |
|
|
|
|

Kita mengenal serangga sebagai salah satu jenis makhluk hidup dengan populasi paling banyak di bumi ini. Dari sekian banyak serangga, memang ada yang tidak berbahaya, namun ada juga yang berbahaya. Nah, serangga - serangga dibawah ini mungkin memang didesain sebagai mesin pembunuh yang sempurna, bahkan mereka mungkin jauh lebih efisien dan lebih baik dibanding mahkluk lainnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Setelah Tomcat, Siap-siap Hadapi Serangga Lain |
|
|
|
|
 PEKANBARU---Pengamat lingkungan dari Universitas Riau Tengku Ariful Amri menyatakan kerusakan lingkungan adalah penyebab 'tomcat' menyerang warga, bahkan tidak menutup kemungkinan akan muncul serangan dari serangga lainnya. "Lingkungan sangat sakral dengan dengan berbagai kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia. Tidak hanya manusia, namun juga tumbuhan dan hewan bahkan serangga," kata Amri di Pekanbaru, Senin (2/4).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Raja Tawon Bernama Garuda |
|
|
|
|
 Pada tahun 2011, ilmuwan berhasil menemukan spesies tawon monster di Sulawesi lewat ekspedisi Mekongga. Dalam publikasi terbaru di jurnal Zookeys,Jumat (23/3/2012), ilmuwan akhirnya mendeskripsikan tawon itu sebagai spesies sekaligus genus tawon baru, bernama Megalara garuda. Ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terlibat dalam penemuan tersebut. Beserta ilmuwan dari Indonesia, turut serta Lynn S Kimsey dari University of California, Davis, Amerika Serikat, serta Michael Ohl dari Museum fur Naturkunde, Jerman. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 12 |